Langsung ke konten utama

(Mencoba) Bersyukur Bersama Perunggu dan Rumahsakit

Sambil nunggu ritual tahunan, gue yang habis pulang kerja langsung makan mie kepikiran buat nulis ini. Iya, setelah sebelumnya gue cerita kalo gua belom rejeki di tiga huruf wtc, sekarang gue udah bulan keempat jadi asso di kap tiga huruf juga, tapi di depan fx. Seenggaknya sama-sama tiga huruf lah ya. Nanti gue ceritain lah ya.

Oiya gue tadi bilang kalo gue punya ritual tahunan yang terinspirasi dari Adjis Doa Ibu setiap tahunnya, yaitu ngobrol dengan sang Khaliq dan refleksi diri selama setahun belakangan. Sebenernya ada satu hal lagi dari dia yang menginspirasi gue, yaitu ngundang the adams di nikahaaaaan. Gokil abis kalo ada masa-masa, timur, dan tentunya halo beni di nikahan gue kan. Tapi ya gak seru juga sih, kalo nanti tamu undangan gue yaitu langganan suplier warung emak gue denger the adams, eh malah minta dangdut. "jugijagijug kereta malamnya mana nihhhh?!"

oke balik ke main topic. iya gue mau cerita kalo ada satu hal di dunia ini yang susahnya minta ampun, yaitu "bersyukur", yaaa karena kaitannya sama sifat gak pernah puas atau tamak dari manusia juga kali ya. tapi, coba deh kita bahas bersyukur itu apa sih sebenernya? Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata:
“Bersyukur kepada Allah adalah memuji-Nya sebagai balasan atas nikmat yang diberikan dengan cara melakukan ketaatan kepada-Nya” (Fath Al-Qadir, 4:312).

Dari pengertian diatas, setidaknya dapat diambil kata memuji Allah karena telah diberi nikmat. Jadi, jika kita mendapat suatu kenikmatan, maka kita senantiasa berterimakasih dengan memuji Allah, karena segala nikmat itu datangnya hanya dari Allah. Lalu sebutan untuk orang yang bersyukur ialah qanaah.  Qanaah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari dari rasa tidak puas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat qana'ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada didirinya adalah kehendak Allah. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad pada satu kesempatan pernah menyampaikan bahwa:

“Orang-orang yang qanaah itu ketika dia mendapatkan berapapun dari hasil usahanya dia selalu bersyukur pada Allah dan menganggap bahwa apa yang diberikan Allah itu sesuatu yang besar, sesuatu yang berharga".

Dari kutipan di atas, dapat dikatakan bahwa kita harus senantiasa menganggap apa yang telah kita dapat merupakan suatu hal yang besar, suatu hal yang terbaik buat kita. Kadang tanpa kita sadari, kita menganggap bahwa apa yang kita dapat ialah hal yang kecil, hal yang remeh, kita menginginkan hal yang lebih besar dari apa yang telah kita dapat. Semisal, kita mendambakan suatu jenis kendaraan bermotor sejak lama. Ketika suatu waktu orang tua kita mengamini kendaraan tersebut, namun setelah kita memilikinya, kita membandingkan dengan kendaraan miliki orang lain yang ternyata lebih bagus, atau lebih keren dari apa yang sudah kita miliki, ya ga ada habisnyaaaa. Padahal, bisa saja banyak dari orang yang menginginkan apa yang telah kita miliki tersebut. Dalam hal pekerjaan bisa juga terjadi, semisal kita mendambakan bekerja pada suatu kantor yang karena reputasi, gengsinya mentereng, sehingga kita akan merasa keren jika kita bekerja di kantor tersebut. Akan tetapi, karena satu dan lain hal kita tidak berhasil bekerja di kantor tersebut, namun kita diterima bekerja di kantor yang mungkin tidak banyak orang tahu namanya. Kita mengeluh, mulai membandingkan dengan orang lain. Padahal, tanpa disadari kita sepatutnya bersyukur, karena banyak orang diluar sana yang pusing tujuh keliling karena sampai berbulan-bulan sejak lulus belum mendapatkan pekerjaan. Sebagai orang yang pernah menganggur, gue tahu betul menganggur sangat teramat menyebalkan hahaha.

Kemudian, sesuai dengan judul ini, sekarang gue mau kaitkan dengan satu lagu yang sebenernya baru gue denger dari pesta pora kemarin. Btw di pesta pora kemarin gue mostly nonton sendirian deh hahaha, untuk gue yang extrovert, hal itu sangat tidak biasa sih, nanti satu waktu gue akan ceritain. Oiya lupa kan, jadi gue di pesta pora kemarin penasaran untuk ke stage yang ada rumahsakitnya. Padahal, seinget gue lagu yang gue tahu cuma "kuning" hahaha. Alhasil, gue cengo di banyak momen kemarin hahaha. Tapi ada satu lagu, yang dari pertama kali gue denger, gue langsung mulai suka. Lagu tersebut yaitu "Apa Yang Tak Bisa". Menurut gue lirik lagu ini sangat relate dengan hal yang mau gue bahas pada tulisan ini, yaitu bersyukur. Kira-kira liriknya gini:

Apa yang tak bisa

Kau raih walau kau t'lah berupaya

Itu hanya tanda

Kau tak membutuhkannya

Apa yang tak bisa

Kau miliki meski kau t'lah temui

Itu hanya tanda

Kau lebih baik tanpanya

Hu hu hu lepaskanlah

Hu hu hu dan tetap percaya

Ah

Semua yang t'lah diberikan olehnya

Pasti ada rencana yang indah

Dan tak perlu merasa gelisah

Bersyukurlah dan berserah

 gila keren banget gak sih liriknya.     

Sementara sebagaimana yang gue mention di alinea sebelumnya, yaitu kita sering sekali membandingkan pencapaian yang telah kita dapat dengan yang orang lain dapat. Hal tersebut sangat kurang baik dampaknya untuk kita. Karena sebagaimana yang mungkin sering kita dengar, yaitu hidup ini merupakan lari marathon, dan bukan lari jarak pendek 100 meter. Sebagaimana lari marathon, yang finishnya jauh, dan bukan tidak mungkin yang memimpin berbeda di setiap posnya. Namun, perumpaan tersebut, bukan berarti bahwa hidup ini kompetisi ya. Eh bener gak ya, terserah kalian deh menganggapnya bagaimana. Sementara, masih sesuai dengan judul, ada satu band lagi yang punya lirik lagu pas banget sama hal tersebut. Salah satu lagu dari Perunggu, band yang namanya gue udah denger beberapa waktu lalu, tapi baru gue denger sebelum syncronize, dikarenakan senior gue dikantor yang anak gigs abis ngerekomendasiin salah satu lagunya, hingga akhirnya gue dengerin beberapa lagu. Kalau Perunggu ini gua belum pernah denger live performance nya, karena kemarin di syncro dan pesta pora bentrok huhuhu waktunya. Jadi, lagunya yang judulnya "33x" lucu ya, kayak lagi dzikir abis sholat jir. Kurang lebih liriknya gini nih:

Diantara pusaran nirfungsi

Petakan semua lagi

Titik tuju yang t'lah terpatri

Melamban bukanlah hal yang tabu

Kadang itu yang kau butuh

Bersandar hibahkan bebanmu

Rotasikan pandanganmu

Ambil sudut yang terbaru

Belum pernah kau coba

Lihat semua bukan dari matamu 

Kalimat indahnya berada di kalimat melamban bukan hal yang tabu

Pada kata Rotasikan pandangamnu juga teramat baik 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan Makna Timur

Disclaimer: tulisan ini aku buat di tengah-tengah kesibukan pekerjaan dan didedikasikan untuk pacarku, Maudina Zahra sebagai bentuk ucapan ulang tahunnya yang jatuh pada 14 Februari. Selamat ulang tahun ya sayang! Suatu hari pada tahun 2022 di salah satu  cafe daerah dinoyo, aku lagi pusing skripsian bareng temen-temen kuliah.  Cafe  itu kita pilih sebagai tempat skripsian karena murah hahaha. Namanya juga anak kosan, nyari  cafe  yang pas di kantong. Waktu itu, aku lagi sering dengerin Efek Rumah Kaca, ya aku cukup telat dengerin Efek Rumah Kaca yang sebenernya udah ada sejak tahun 2005. Sementara itu, salah satu temen aku Yudis, nyuruh aku untuk dengerin The Adams, dia merekomendasikan konservatif. Jelas, setelah itu aku coba untuk dengerin lagu-lagu The Adams. Setelah dengerin beberapa lagunya, aku sering dengerin dan suka sama "Timur". Makanya aku sering nyanyiin ya tiap call sama kamu hehehe. Timur adalah salah satu dari dua b...

Kalau Kata Orang Bijak, Semua Pasti ada Hikmahnya.

     Ya pasti kalimat itu tidak asing ditelinga kita. Kita seagai manusia “dipaksa” untuk berfikir bahwa dibalik semua masalah, pasti ada hikmahnya. Entah berapa kali kita harus berfikir agar hikmah itu kita temukan. Begitu pula dengan apa yang terjadi pada dunia belakangan ini, kita digoncangkan dengan sebuah pandemic yang disebut COVID-19. Yang mana sependek pengetahuan saya virus tersebut berawal dari kota Wuhan, Tiongkok. Jujur saya sampai saat ini belum paham betul apa penyebab munculnya wabah tersebut. Sekitar bulan November kota Wuhan diserang oleh wabah itu. Betapa mengerikan melihat video orang-orang yang berjatuhan tak berdaya yang disebut divideo akibat wabah ini, sejujurnya saya belum tahu pasti kevalidan video tersebut. Hingga pada akhirnya Indonesia dihebohkan oleh orang yang terkena positif COVID-19 sekitar bulan Maret kalau tidak salah. Setelahnya wabah ini menyebar luas dengan cukup cepat hampir di seluruh Indonesia. Segala sector terkena dampak atas wab...